Sindrom Koroner Akut

Sahabat sehat,

Pada tanggal 29 September setiap tahunnya diperingati sebagai hari Jantung Sedunia (World Heart Day), tema tahun ini adalah “Be a Heart Hero”. Seperti kita ketahui, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan di Indonesia.

Diperkirakan 17,9 juta kematian pertahun diseluruh dunia disebabkan karena penyakit jantung dan pembuluh darah, dan sebagian besar disebabkan karena serangan jantung. Mari mengenali lebih jauh tentang serangan jantung atau dalam bahasa medis disebut sindrom koroner akut.

Sindrom koroner akut merupakan kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan karena gangguan aliran darah koroner yang terjadi secara akut. Sebagian besar terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner. Hal ini menyebabkan terhentinya atau berkurangnya suplai aliran darah menuju sel otot jantung.

Gejala dan tanda yang umumnya muncul adalah nyeri dada seperti tertindih benda berat di bagian tengah-kiri dada. Nyeri dapat menjalar sampai rahang, bahu kiri, ataupun punggung. Gejala penyerta lain berupa sesak nafas berat, keringat dingin, berdebar-debar, mual muntah, bahkan pingsan, ataupun henti jantung mendadak. Kadangkala nyeri yang dirasakan berupa kembung dan rasa tidak nyaman di dada sehingga memperlambat pertolongan medis. Seringkali pasien merasakan sebagai “masuk angin” dan akhirnya menunda pertolongan medis.

“Be a heart hero” – menjadi pahlawan untuk jantung anda, dimulai dari perbaikan faktor risiko. Penyakit hipertensi (darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), kolesterol, obesitas dan merokok, merupakan faktor risiko sindrom koroner akut, pastikan anda memeriksakan secara teratur, memperbaiki pola makan dan aktivitas, serta tidak kalah pentingnya berhenti merokok.

“Be a heart hero” – bila muncul gejala serangan jantung, segera bawa ke pusat kesehatan terdekat. Semakin cepat tindakan pengobatan memperbaiki aliran darah diberikan (reperfusi), semakin banyak sel otot jantung yang dapat diselamatkan.

“Be a heart hero” – selamat menjadi pahlawan untuk jantung anda dan sesama. Sebarkan kebaikan bagi sesama dan lindungi jantung anda. Selamat hari jantung sedunia, 29 September 2019

Semarang, 2 September 2019

Dr. Alvin Tonang, SpJP, FIHA