Cedera Kepala

 

Cedera kepala masih menjadi permasalahan kesehatan global sebagai penyebab kematian, kecacatan, dan gangguan mental. Cedera kepala merupakanpenyebab utama kematian dan kecacatan pada usia muda.

Cedera kepala dapat terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, jatuh dari ketinggian, cedera olahraga, perkelahian, dan lain-lain.

Berdasarkan tingkat kesadaran, cedera kepala dibagi menjadi ringan, sedang, dan berat. Pada cedera kepala ringan biasanya cukup ditangani dengan beristirahat dan obat-obatan untuk meredakan keluhan. Tetapi tidak selalu demikian, pada kasus cedera kepala berat, sedang, bahkan ringan sekalipun tidak menutup kemungkinan memerlukan penanganan lebih lanjut, baik perawatan di rumah sakit, ruang ICU, hingga tindakan operasi.

Mari kita sedikit belajar mengenai proses yang terjadi saat seseorang mengalami cedera kepala.

Apa itu Cedera Kepala?

Cedera kepala adalah cedera yang mengenai bagian kepala yang dapat disebabkan oleh benturan benda tumpul, maupun perlukaan dari benda tajam. Cedera yang terjadi pada saat kejadian disebut cedera primer.Cedera primer dapat berupa cedera pada otak, pembuluh darah otak, cedera pada tulang kepala, dan lain-lain.

Setelah terjadinya cedera primer, perdarahan dapat berkembang dan membentuk gumpalan yang dapat menekan otak. Selain itu, otak sendiri dapat pula mengalami pembengkakan, sehingga menimbulkan peningkatan tekanan di dalam kepala. Proses semacam inilah yang disebut sebagai cedera sekunder, dimana cedera sekunder seringkali memberikan dampak yang lebih buruk dibandingkan cedera primer.

Pasien yang awalnya hanya mengalami keluhan ringan misalnya nyeri kepala, dalam hitungan hari, jam, atau bahkan menit, dapat mengalami perburukan akibat cedera sekunder. Oleh karena itu, harus selalu waspada dan jangan menganggap remeh cedera kepala.

Karena pada kasus cedera kepala, penanganan yang cepat dan tepat memiliki pengaruh besar terhadap kesembuhan dan mengurangi risiko kecacatan.