Apa itu Kraniotomi ???

Kraniotomi (craniotomy) berasal dari kata cranium yang artinya tulang kepala / tengkorak, dan -tomia yang artinya memotong. Kraniotomi adalah suatu prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuka sebagian tulang kepala, untuk mendapatkan akses ke rongga kepala

Kraniotomi dilakukan oleh seorang dokter spesialis bedah saraf, sebagai prosedur penanganan penyakit atau gangguan yang berada di dalam kepala / otak, misalnya untuk mengangkat gumpalan darah di otak (akibat cedera kepala maupun stroke), memperbaiki tulang kepala yang patah, mengangkat tumor otak, nanah, dan penyakit-penyakit lain yang berada di rongga kepala.

Tindakan kraniotomi dapat dilakukan dengan berbagai teknik, mulai dari teknik kraniotomi konvensional, hingga teknik yang lebih canggih menggunakan bantuan mikroskop khusus ataupun kamera endokopi. Teknik kraniotomi dipilih tergantung dari jenis, lokasi, ukuran penyakit yang ditangani.

Otak diibaratkan sebagai sebuah komputer yang mengatur, memberikan perintah ke seluruh organ tubuh. Otak mengatur mulai dari sikap dan perilaku, kecerdasan, ingatan, fungsi panca indera, menggerakkan tubuh, hingga mengatur fungsi vital seperti tekanan darah, denyut jantung, pola pernafasan, suhu tubuh, dan berbagai fungsi penting lain. Begitu penting nya otak bagi tubuh manusia, hingga tentu saja tindakan operasi yang dilakukan pada otak memerlukan pertimbangan yang matang.

Sebelum tindakan operasi, pasien dan keluarga perlu memahami betul tentang diagnosa, rencana tindakan yang akan dilakukan, teknik yang akan digunakan, tujuan tindakan dan manfaat yang diharapkan, hingga risiko yang mungkin terjadi. Pasien / keluarga juga perlu mengetahui apakah ada jalan lain yang dapat ditempuh selain operasi, dan apa-apa yang mungkin terjadi apabila pasien / keluarga memilih untuk tidak dilakukan operasi. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan dokter agar lebih siap dalam menjalani operasi kraniotomi dan risiko yang akan dihadapi.