Pemakaian Gadget Berlebihan Picu Astenopia

SEMARANGJoglo Jateng – Mata lelah atau astenopia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya saat menggunakan gadget terlalu dekat dan lama disertai dengan posisi yang menyimpang. Oleh karenanya, sesuaikan waktu serta perilaku yang baik dan benar saat menggunakan gadget.

Dokter Spesialis Mata RSUD Tugurejo, Gilang Sekarfitri mengungkapkan, menurut Abiy Alemayehu dalam World Journal of Ophthalmology and Vision Research 2019, penderita astenopia di dunia mencapai 60 juta orang. Sedangkan untuk prevalensi astenopia tertinggi berada di usia muda.

“Prevalensi yang tinggi ini diakibatkan penggunaan teknologi digital yang semakin banyak. Data menunjukkan penggunaan perangkat lebih dari 6 jam memicu kemunculan keluhan ini,” ujarnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Ia menjelaskan, astenopia sering dikaitkan dengan gejala pada mata dan muskuloskeletal atau otot tubuh. Kendati demikian, gejala ini tidak menimbulkan kebutaan. Namun, ada beberapa keluhan yang sering terjadi dan jarang bisa hilang. Seperti pegal area mata, lelah, terasa kering matanya, dan sulit memfokuskan objek. Terkadang juga terjadi pandangan kabur serta sering disertai nyeri pada leher.

Menurutnya, astenopia ini sering terjadi pada para pengguna gadget, terutama saat pandemi Covid-19 ini yang mengharuskan jaga jarak dan tidak berkerumunan. Selain itu, pekerja seperti penjahit dan reparasi jam yang membutuhkan pandangan jarak dekat juga beresiko terjadi astenopia.

Penyebabnya meliputi kelainan refraksi, disfungsi akomodatif, dan adanya perilaku beresiko, seperti membaca dengan posisi tiduran, atau saat menulis posisi ndlosor, lalu menatap layar monitor kurang dari 50 cm.

“Ada juga faktor lain seperti tingkat pencahayaan, dan besar kecilnya objek. Semakin redup cahaya dengan objek makin kecil, memaksa kita untuk mendekatkan objek ke mata. Hal ini yang memaksa otot mata untuk kontraksi berlebihan. Sedangkan otot mata dalam keadaan rileks saat mata melihat objek yang jauh,” paparnya.

Untuk mencegah hal tersebut, dirinya memaparkan, lakukan 20-20-20 rules. Yaitu setiap 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat objek yang jauh 20 feet (6 meter) selama 20 detik. Lalu eye exercise, dengan menggerakkan bola mata (melirik) ke 8 arah mata angin. Berkedip, dan jangan lupa, untuk melakukan aktivitas outdoor seperti bersepeda, berenang, bulu tangkis.

“Sebaiknya melakukan pekerjaan dengan posisi duduk yang benar. Lakukan stretching tubuh untuk mengurangi keluhan nyeri leher. Juga sesuaikan pencahayaan ruangan dengan gadget,” jelasnya. (ziz/ern)

Visitasi PPID 2022
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUD TUGUREJO! KAMI BERKOMITMEN MENYEDIAKAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA WEBSITE KAMI

Skip to content