Pahami Ekshumasi dan Otopsi saat Identifikasi Jenazah

SEMARANG, Joglo Jateng– Di beberapa keadaan yang berkaitan dengan proses pencarian informasi terkait korban kematian, tak jarang mengharuskan adanya tindakan identifikasi tubuh melalui pembedahan jenazah. Dalam hal itu, pada bidang kedokteran, proses identifikasi ini disebut Ekshumasi dan Otopsi.

Dokter Spesialis Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang, Julia Ike Haryanto menjelaskan, sebenarnya masyarakat tak perlu takut jika di dalam situasi tertentu mengharuskan adanya tindakan ekshumasi. Misalnya terhadap keluarga, rekan ataupun orang-orang terdekatnya.

“Asumsi masyarakat yang beranggapan ‘jika otopsi nanti organ dalamnya di ambil dan di jual’ itu tidak benar. Kami dokter forensik tidak akan melakukan hal tersebut. Karena saya yakin, kami berusaha untuk menyuarakan mereka yang sudah tidak bersuara,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, belum lama ini.

Selain itu, menurutnya, tindakan ekshumasi juga bisa dilakukan untuk beberapa keperluan. Seperti keperluan penyidikan dalam kasus peradilan, pembangunan kota (relokasi tempat-tempat tertentu), maupun permintaan keluarga untuk keperluan perawatan atau yang lainnya.

“Ekshumasi yaitu jenazah dikeluarkan dari tanah, dilanjutkan dengan otopsi pada umumnya, untuk mendapatkan data terkait informasi yang dibutuhkan. Lokasi tindakan seringkali juga langsung di pemakaman,” papar Ike, sapaannya.

Di samping itu, menurutnya, yang berhak atau diperbolehkan melakukan otopsi hanyalah dokter spesialis forensik dan medikolegal.

“Tapi tentu saja pemeriksaan penunjang dibantu oleh ahli lainnya. Antara lain dokter spesialis patologi anatomi, dokter spesialis patologi klinik, dan lain sebagainya,” tambahnya. (mg2/ziz)

Visitasi PPID 2022
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUD TUGUREJO! KAMI BERKOMITMEN MENYEDIAKAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA WEBSITE KAMI

Skip to content