Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Banyak

SEMARANGJoglo Jateng – Perempuan dan anak sering kali dianggap sebagai objek atau sasaran karena dianggap lebih lemah. Sebab, tidak jarang terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA) di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sebanyak 632 kasus. Jumlah ini menurut data pelaporan yang masuk di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Jawa Tengah sampai bulan Mei 2022.

Dokter Spesialis Forensik dan Medicolegal, Chotimah Zainab menyampaikan, dampak dari KtPA dapat bermacam-macam. Seperti berupa penderitaan dan kerugian multidimensi yang mengancam kelangsungan dan mutu hidupnya.

“Berdampak negatif kepada SDM berkualitas. Baik ekonomi, pendidikan, legal, sosial, psikologis, dan non-fisik. Juga menjadi ancaman bagi kelangsungan dan kualitas generasi bangsa,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Menurutnya, terjadinya kekerasan ini disebabkan dari berbagai hal. Di antaranya budaya patriarki, ketidakadilan gender, kualitas yang hidup rendah. Lalu pola asuh yang salah, kemiskinan, tayangan media yang tidak medidik, dan gangguan psikologis-jiwa.

Sementara itu, ia memaparkan, tidak semua korban kekerasan tersebut mau atau mampu menyatakan keluhannya kepada orang lain. Apalagi melapor kepada pihak yang berwajib. “Karena itu, sebagian besar kasus justru tidak dilaporkan atau sedikit yang menyatakannya secara sukarela,” imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan, perlu edukasi pada korban agar jangan takut dipersalahkan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan, ataupun pelaku yang mengancam korban untuk tidak melapor. “Jangan menganggap kejadian kekerasan tidak pantas diceritakan pada pihak luar. Jangan merasa kejadian kekerasan/ pelecehan yang dialami adalah kesalahannya sendiri,” terangnya.

Sementara untuk pelaku, ia menegaskan, stop memandang perempuan/anak sebagai kaum yang lemah atau mudah ditaklukan. “Mereka yang mempunyai ideologi patriarki yang kuat, kontrol diri yang baik, pertambah internalisasi nilai moral dan agama tidak berkelakuan semena-mena,” tandasnya. (ziz/gih)

Visitasi PPID 2022
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUD TUGUREJO! KAMI BERKOMITMEN MENYEDIAKAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA WEBSITE KAMI

Skip to content