Gejala Ringan Omicron, tak Perlu ke Rumah Sakit

SEMARANGJoglo Jateng – Bagi yang terpapar varian Omicron tidak perlu panik dan buru-buru ke rumah sakit. Seperti tanpa gejala maupun gejala ringan. Lebih baik isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Tugurejo Dedi Winarto menyebut, Omricon lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya. Jenis ini dinilai lebih infeksius daripada varian Delta. Kendati demikian, infeksi varian ini lebih ringan dibandingkan jenis Delta.

“Namun, perlu diwaspadai pada penderita lanjut usia. Lalu penderita yang mempunyai penyakit penyerta, seperti kencing manis, darah tinggi, serta yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Bahkan, Omricon ini dapat menyebabkan sakit yang serius dan bisa menyebabkan kematian,” terangnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Ia mengingatkan, meski jenis lebih ringan, masyarakat tetap diimbau jaga jarak dan patuh pada protokol kesehatan. Sebab, varian ini dapat menular dan menyerang semua kalangan umur.

Untuk mencegah penularan Covid-19 ini, pihaknya menguraikan beberapa tips yang dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit tersebut. Di antaranya dengan menggunakan masker dan menjaga jarak, minimal satu meter. Lalu untuk di ruangan, pastikan sirkulasi udara lancar. “Segeralah vaksinasi bagi yang belum dan saat kondisi sehat,” imbuhnya.

Di samping itu, menurutnya, ada beberapa kondisi yang termasuk dalam gejala ringan. Di antaranya demam, batuk, dan hilang nafsu makan. Lalu nyeri otot, nafas pendek, dan hidung mampet. Selain itu juga sakit kepala, diare, mual dan muntah.

Bagi yang bergejala seperti itu, dirinya melanjutkan, dapat isolasi mandiri. Tempat isolasi itu harus memenuhi syarat klinis dan rumah. Di antaranya usia di bawah 45 tahun dan  tidak memiliki komorbid. Lalu, kamar tidur terpisah dan ada kamar mandi dalam.

“Gejala berat dan kritis segera dibawa ke rumah sakit. Seperti infeksi paru dan gagal nafas akut. Atau kondisi lainnya yang membutuhkan alat penunjang hidup seperti alat bantu mesin ventilator atau terapi obat obatan syok,” paparnya. (ziz/gih)

Skip to content