Cegah Stroke dengan Peduli Gejala Awal

SEMARANGJoglo Jateng – Kondisi masyarakat saat ini perlu lebih aware terhadap gejala klinis suatu penyakit, salah satunya stroke. Lantaran, selama ini masyarakat memeriksakan kondisinya setelah beberapa waktu gejala muncul.

Dokter Spesialis Saraf RSUD Tugurejo, Danar Dwi Anandika menyebutkan, lebih baik ketika gejala awal (onset) muncul, segerakan periksa ke rumah sakit terdekat. Sehingga, onset pada stroke dapat segera diatasi. “Periksanya itu dalam jangka waktu kurang dari empat setengah jam saat gejala muncul (golden periode). Kalo lebih dari itu penanganan bisa lebih lama,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Kamis (3/11/22).

Menurutnya, waktu golden periode inilah saat yang tepat untuk dilakukan penanganan. Sehingga gejala awal stroke dapat dicegah. Pasalnya, jika lebih dari kurun waktu tersebut, dikhawatirkan dapat menjadi stroke kronis.

“Kebanyakan orang yang periksa itu sudah di atas golden periode. Ada yang sampai dua hari atau tiga hari baru datang ke rumah sakit. Kalo masih dalam waktu golden periode maka bisa ditangani dengan trombolisis,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, trombolisis ialah usaha pemberian obat untuk menghancurkan penyumbatan. Lantaran, kondisi stroke disebabkan dari penyumbatan dan pendarahan. Sehingga, hasilnya lebih bagus dari pada penderita yang suda lama mengalami onset.

Di samping itu, dr. Danar menyatakan, yang paling penting untuk menangani stroke adalah menghindari faktor risiko. Karena, kondisi stroke tersebut tidak akan terjadi tanpa ada faktor risiko. Seperti hipertensi, diabetes melitus, dan yang lainnya.

“Kalau pasien punya penyakit gula, asalkan terkontrol itu tidak masalah. Pasalnya, penyakit gula akut dapat merambat dan menyerang ginjal, mata, dan otak. Itu juga mengakibatkan stroke. Pola makan, gaya hidup, tidak merokok itu juga jadi hal penting untuk menghindari terjadinya stroke,” terangnya.

Ia menganjurkan masyarakat agar mengendalikan faktor risiko (periksalah secara rutin bila memiliki faktor risiko stroke). Jika gejala telah muncul, maka segara lakukan FAST. “Face (wajah asimetris, perot) dan Arms (tangan & kaki lemah/lumpuh). Lalu Speech (susah bicara, pelo) dan Time (segera bawa ke RS),” imbuhnya.

Penyakit stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia pada tahun 2015. Bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014. “Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 pada umur di atas 15 tahun sebesar 10,9 %. Jumlahnya sekitar 2.120.362 orang (Kementerian Kesehatan),” jelasnya. (ziz/gih)

Visitasi PPID 2022
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUD TUGUREJO! KAMI BERKOMITMEN MENYEDIAKAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA WEBSITE KAMI

Skip to content