Cedera Kepala, Penyebab Utama Cacat Usia Muda

SEMARANGJoglo Jateng – Cedera kepala masih menjadi permasalahan kesehatan global sebagai penyebab kematian, kecacatan, dan gangguan mental. Selain itu, cedera merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada usia muda.

Dokter Spesialis Bedah Syaraf RSUD Tugurejo, dr. Mochamad Rizki Yulianto, Sp.BS mengungkapkan, cedera kepala dapat terjadi akibat kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja. Seperti jatuh dari ketinggian, cedera olahraga, perkelahian, dan lain-lain.

“Cedera kepala disebut juga dengan cedera otak traumatik. Kondisi ini menjadi penyebab kematian tertinggi untuk golongan usia produktif,” katanya saat dihubungi Joglo Jateng, belum lama ini.

Menurutnya, cedera tersebut dapat disembuhkan. Yakni tergantung dari derajat dan jenisnya. Berdasarkan tingkat kesadaran, sambungnya, cedera kepala dibagi menjadi ringan, sedang, dan berat. Pada cedera kepala ringan biasanya cukup ditangani dengan beristirahat dan obat-obatan untuk meredakan keluhan.

Namun tidak selalu demikian. Ia menjelaskan, pada kasus cedera kepala berat, sedang, bahkan ringan sekalipun tidak menutup kemungkinan memerlukan penanganan lebih lanjut. Baik itu perawatan di rumah sakit, ruang ICU, hingga tindakan operasi.

“Perlu diwaspadai dari diri sendiri atau keluarga apabila mengalami cedera kepala. Jika didapatkan nyeri kepala berat, muntah, apalagi bila ada kejang, penurunan kesadaran. Apabila terjadi hal-hal tersebut maka sebaiknya segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan evaluasi,” jelasnya.

Adapun cedera kepala adalah cedera yang mengenai bagian kepala yang dapat disebabkan oleh benturan benda tumpul maupun luka karena benda tajam. Cedera yang terjadi itu termasuk kategori primer. Cedera primer dapat berupa cedera pada otak, pembuluh darah otak, cedera pada tulang kepala, dan lain-lain.

Setelah terjadinya cedera primer, perdarahan dapat berkembang dan membentuk gumpalan yang dapat menekan otak. Selain itu, otak sendiri dapat mengalami pembengkakan, sehingga menimbulkan peningkatan tekanan di dalam kepala. Proses semacam inilah yang disebut sebagai cedera sekunder. Di mana cedera sekunder sering kali memberikan dampak yang lebih buruk dibandingkan cedera primer.

Sementara pasien yang awalnya hanya mengalami keluhan ringan misalnya nyeri kepala, dalam hitungan hari, jam, atau bahkan menit, dapat mengalami perburukan akibat cedera sekunder. Oleh karena itu, harus selalu waspada dan jangan menganggap remeh cedera kepala. (ziz/gih)

Visitasi PPID 2022
SELAMAT DATANG DI WEBSITE RSUD TUGUREJO! KAMI BERKOMITMEN MENYEDIAKAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA WEBSITE KAMI

Skip to content